Tuesday, January 16, 2007


it's me

ARTIKEL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (karya sendiri 2)

E-LEARNING
Oleh : Tri Biyaningrum F1B004012


Dewasa in pendidikan telah menjadi kebutuhan utama bagi manusia. Berbagai lembaga pendidikan baik milik pemerintah maupun milik swasta yang muncul. Menjadikan minat masyarakat untuk memperoleh pendidikan semakin tinggi. Di negara maju berbagai jenis pendidikan tidak lagi hanya sekedar pendidikan dasar tapi telah merambah kepada pendidikan minat dan bakat tertentu, misalnya pendidikan musik, pendidikan desain grafis, dsb. Lembaga-lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat tersebut sebagian besar berada di negara-negara Eropa dan Amerika.
Di Indonesia dapat dikatakan pendidikan masih merupakan barang yang mahal. Tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia yang rendah dibandingkan negara lain menjadikan prioritas utama yang harus dipenuhi adalah kebutuhan pangan. Sementara itu kebutuhan pendidikan masih menjadi kebutuhan tersier. Walaupun pemerintah telah menciptakan wajib belajar 9 tahun. Namun, hal tersebut belum dapat dinikmati oleh sebagian rakyat Indonesia. Hal itu dikarenakan mahalnya biaya pendidikan, belum tersedianya infrastruktur pendidikan yang mencukupi adanya lokasi yang masih tertinggal. Kalau untuk mengatasi masalah in, langkah yang mungkin dapat dilakukan pemerintah adalah dengan cara memberikan subsidi dan menganggarkan dana sebesar 20 % dari APBN untuk pendidikan, sehingga kewajiban pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dapat terwujud. Langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerintah sampai saat in untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Akan tetapi, langkah-langkah tersebut hanya dapat digunakan untuk menyelenggarakan pendidikan dasar saja.
Ketidakmampuan pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas tersebut mengakibatkan timbulnya kekecewaan bagi sejumlah kalangan di Indonesia termasuk juga pada kalangan ekonomi menengah ke atas di Indonesia karena rata-rata lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta di Indonesia tidak mampu mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki oleh orang-orang tertentu. Untuk saat ini lembaga-lembaga pendidikan yang berkualitas sebagian besar berada di luar negeri. Namun, letak yang jauh itu akan mengakibatkan tinginya biaya yang harus dikeluarkan selama mengikuti pendidikan.
Kemajuan teknologi dewasa ini adalah mengarah kepada satu isu, yaitu konvergensi teknologi yang artinya adanya suatu proses menuju kesederhanaan, sebagai akibat dari penyatuan berbagai perangkat yang berbeda kedalam satu perangkat saja atau biasa disebut dengan perangkat multifungsi. Misalnya, bila tadinya kita harus membawa buku catatan, telepon genggam, pemutar musik, kamera, game portable, sekarang semua alat tersebut sudah ada dalam handphone atau PDA (Personal Digital Assistance) .
Kemajuan teknologi komputernyapun telah berkembang pesat mampu melakukan fungsi multimedia hingga batasan antar komputer dan smartphone menjadi semakin tipis, bahkan korvergensi teknologi in mengaburkan pula batasan fungsi antara satu perangkat dengan perangkat yang lain. Misalnya, kemampuan hp kamera saat in telah mencapai 8 mega pixel seperti yang diproduksi oleh Samsung. Hal in menunjukkan bahwa masyarakat awam telah melek teknologi. Di Indonesia saja, warung internet banyak bermunculanbagai jamur di musim hujan. Kemajuan teknologi tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses internet. Salah satu layanan yang muncul dari teknologi internet adalah e-learning. E-learning ini adalah solusi untuk sarana pembelajaran jarak jauh. Dengan layanan in kita dapat mengikuti suatu pembelajaran tanpa harus pergi ke tempat pendidikan yang bersangkutan bagi kalangan menengah keatas. E-learning dapat menjadi solusi untuk mengikuti pendidikan di Universitas-universitas di luar negeri secara lebih praktis dan efisien karena kita dapat memangkas biaya hidup yang seharusnya kita keluarkan di luar negeri. Selain berbagai sarana untuk belajar di luar negeri e-learning juga mulai digunakan dalam proses pembelajaran di Indonesia. Contohnya, kita bisa mengikuti kuliah online saat kita dalam keadaan libur, sehingga kita tetap bisa mendapatkan materi kuliah, walaupun kita berada di tempat yang jauh dari kampus kita.
Kemajuan teknologi in sebenarnya sangat tepat bila digunakan di Indonesia karena di negara kita ini banyak kendala dalam hal geografis seperti banyaknya daerah terpencil, wilayah yang terpisahkan oleh lautan dan pegunungan sehingga diharapkan dengan e-learning diharapkan kendala mengikuti pendidikan karena faktor-faktor geografis tersebut tidak lagi menjadi masalah.
Secara lebih rinci dapat dijelaskan keunggulan dari e-learning bila diterapkan di Indonesia yaitu:
Dapat menghilangkan kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dengan daerah terpencil.
Menghemat waktu dan biaya untuk proses pendidikan ketika memudahkan pelajar atau mahasiswa untuk mengakses informasi-informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan akademiknya dimana saja dan kapan saja.
Memungkinkan masyarakat Indonesia untuk memperoleh ilmu dari universitas ternama di luar negeri dengan lebih efisien.
Disamping kelebihan yang dimiliki oleh e-learning itu, terdapat kelemahan-kelemahan yang potensial muncul dari e-learning:
1. Mahalnya tariff koneksi internet Indonesia.
2. Lemahnya infrastruktur telekomunikasi di Indonesia yang mengakibatkan kecepatan koneksi internet di Indonesia sangat lamban.
3. Harga perangkat multimedia seperti komputer dan smartphone untuk mengakses internet masih sangat mahal.
4. Ketidakmampuan penyelenggara pendidikan di Indonesia untuk memanfaatkan sistem jaringan.
5. Ketidaksiapan pemerintah dalam menyongsong pembangunan yaitu dengan cara membuat regulasi dan mengubah orientasi dari sistem pendidikan tatap muka menjadi online.
6. Maraknya cybercrime yang dapat mengganggu proses pembelajaran.
Di luar kelebihan dan kekurangan yang ada pada e-learning yang jelas layanan in dapat semakin meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dengan syarat layanan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

ARTIKEL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (karya sendiri)

Kemudahan Pertukaran Informasi dengan Teknologi Informasi
Oleh : Tri Biyaningrum F1B004012
Perkembangan teknologi informasi pada dewasa ini telah mencapai kemajuan yang sangat cepat. Salah satu keunggulan dari teknologi in adalah layanan data wireless . layanan in dianggap sebagai solusi dalam komunikasi data (pertukaran data digital). Sebagian kecil fitur ini ada pada teknologi telepon seluler. Perkembangan telepon seluler sendiri di Indonesia telah berkembang jauh dari AMPS hingga 3,5 G seperti yang ditawarkan Indosat dan XL. Teknologi 3,5 G atau disebut HS PDA dapat digunakn untuk mengakses internet dengan kecepatan beberapa kali lebih tinggi daripada menggunakan koneksi kabel. Keunggulan yang ditawarkan oleh teknologi in memungkinkan penggunaan internet semakin lancar. Koneksi yang sifatnya wireless in memungkinkan kita untuk berselancar di dunia maya dimana saja dan kapan saja selama dalam jangkauan sinyal.
Perkembangan teknologi informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengunaan sistem informasi manajemen di Indonesia. Diharapkan dengan kemudahan mengakses internet in pertukaran data antara satu instansi dengan instansi lainnya dapat semakin mudah untuk dilakukan, sehingga kendala-kendala yang timbul dalam mencari informasi yang dibutuhkan dapat menemukan solusinya. Namun, hal ini harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia karena saat menggunakan teknologi yang berbasis Local Area Network dalam satu instansi saja masih ditemui sejumlah kebingungan. Padahal teknologi yang terbaru ini memungkinkan kita untuk saling berhubungan dalam area yang lebih luas dan kompleks. Masalah yang kedua adalah masih mahalnya tariff akses internet dengan menggunakan teknologi 3,5 G. Namun kedepan teknologi berbasis CDMA generasi terbaru atau disebut dengan Wi. MAX dapat menawarkan kecepatan transfer data yang lebih tinggi, tetapi dengan tarif koneksi yang lebih murah, seperti yang sudah digunakan di Jepang dan Korea dengan Evdo 2000-IX. Berbagai teknologi yang menawarkan kemudahan dalam mengakses internet di atas yang jelas mempunyai satu kesamaan yaitu untuk meningkatkan perkembangan dan mendukung sistem informasi manajemen di Indonesia, sehingga administrasi pemerintahan yang efektif dan efisien dapat terwujudkan.

Friday, January 12, 2007

TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (ARTIKEL PUNYA ORANG LAIN 2)

http://www.e-dukasi.net/artikel.php?id=24

20/03/2006
IT GOVERNANCE DI PEMERINTAHAN DAN KORPORASI
Suhono Harso Supangkat Dosen Teknologi Informasi ITB

Tuntutan tata kelola yang baik, benar dan transparan pada suatu organisasi baik di korporasi, pemerintahan bahkan di LSM semakin meningkat. Sebenarnya keinginan untuk mengembangkan tatakelola suatu organisasi bukan hal baru, tapi hal ini mencuat sejak awal 2000-an dengan munculnya beberapa skandal di beberapa perusahaan yang meyebabkan tidak sehatnya suatu usaha.


Tata kelola organisasi seperti di pemda, universitas dan perusahaan sangat penting bagi pemegang saham, investor, wakil pengemban amanah (MWA untuk universitas BHMN), pegawai, kreditor dan pelanggan sebagai pengguna jasa.
Beberapa organisasi telah mencoba mengeluarkan suatu pedoman tentang tata kelola korporasi yang baik. OECD mendefinisikan tatakelola korporasi dengan penyediaan suatu struktur untuk mendapatkan suatu tujuan dari organisasi dan pemantauan kinerja untuk meyakinkan bahwa tujuan telah tercapai. Pedoman tata kelola organisasi tidak tunggal, bisa dikembangkan sesuai dengan macam atau bentuk organisasi.


Pada umumnya wakil pemilik organisasi menunjuk dewan direksi untuk menjaga dan meningkatkan nilai aset yang dipunyai oleh organisasi seperti aset fisik, sumber daya manusia, keuangan, kekayaan intelektual, teknologi informasi dan aset hubungan dengan pelanggan, pengguna ataupun lingkungan.
Perusahaan-perusahaan besar dan maju telah merubah cara pandangnya terhadap teknologi informasi dari sekedar alat perhitungan dan komunikasi menjadi suatu komponen yang melekat (embeded) perusahaan untuk tetap bisa bersaing.


Proses organisasi


Beberapa kasus informasi yang salah sering kita temui, misalnya beberapa waktu lalu ada informasi tentang TKI di Irak yang disandera, ternyata informasi yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga yang terkait salah dan berbeda. Informasi didapat melalui capturing (menulis, merekam), kemudian diproses, dikirim dan disimpan oleh beberapa mesin atau orang yang berbeda-beda.


Di setiap titik ada kemungkinan disalahgunakan untuk kepentingan tertentu baik yang disengaja ataupun karena kesalahan manusia. Kesalahan ini bisa terjadi, walaupun mungkin sudah menggunakan sebagian besar teknologi informasi.


Contoh, dalam sistem perpajakan, untuk mendapatkan data wajib pajak, pengisian bahkan penyetoran walaupun sudah menggunakan e-filling/e-payment yang secara perhitungan bisa, real time dan on line, tetapi masih banyak lubang kebocoran, mulai dari pengisian sampai ke pelaporan. Dengan demikian maka proses tatakelola teknologi informasi menjadi sangat penting di suatu organisasi.


IT governance diartikan sebagai struktur dari hubungan dan proses yang mengarahkan dan mengatur organisasi dalam rangka mencapai tujuannya dengan memberikan nilai tambah dari pemanfaatan teknologi informasi sambil menyeimbangkan risiko dibandingkan dengan hasil yang diberikan oleh teknologi informasi dan prosesnya.


IT governance merupakan satu kesatuan dengan sukses dari enterprise governance melalui pen-ingkatan dalam efektivitas dan efisiensi dalam proses perusahaan yang berhubungan. IT governance menyediakan struktur yang menghubungkan proses TI, sumber daya TI dan informasi bagi strategi dan tujuan perusahaan.
Lebih jauh lagi IT governance menggabungkan good (best) practice dari perencanaan dan pengorganisasian TI, pembangunan dan pengimplemantasian, delivery dan support, serta memonitor kinerja TI untuk memastikan kalau informasi perusahaan dan teknologi yang berhubungan mendukung tujuan bisnis perusahaan.
IT governance memungkinkan perusahaan untuk memperoleh keuntungan penuh dari informasinya, dengan memaksimalkan keuntungan dari peluang dan keuntungan kompetitif yang dimiliki.


Menurut hasil penelitian CSIR MIT, terdapat lima kunci keputusan tatakelola, sehingga teknologi informasi adalah sebuah aset yang strategis sebagai berikut:


Pertama, IT principles. Keputusan teknologi informasi ini adalah kumpulan dari pernyataan-pernyataan level eksekutif tinggi tentang bagaimana teknologi informasi dapat digunakan organisasi. Sekali pernyataan diartikulasikan, prinsip TI menjadi bagian dari managemen organisasi, yang terus didiskusikan dan dilaksanakan demi perbaikan organisasi, baik di sektor pemasaran, keuangan, pabrik dan lain-lain.


Kedua, IT architecture decisions. Dengan mengklarifikasikan teknologi sebagai pendukung bisnis organisasi yang telah dikembangkan melalui IT principlies baik secara eksplisit maupun implisit, selanjutnya memerlukan proses standardisasi dan integrasi di dalam suatu organisasi.


Arsitektur TI adalah pengorganisasian logika dari data, aplikasi dan infrastruktur yang dikemas dalam suatu kebijakan, hubungan dan pemilihan teknologi untuk mendapatkan integrasi dan standardisasi teknis dan bisnis yang diharapkan.


Dalam banyak kasus di Indonesia saat ini banyak persoalan masalah integrasi dan koordinasi, kepentingan sektoral masih menjadi problem, sehingga sering gagalnya proyek IT di perusahaan yang menghabiskan banyak biaya.


Ketiga, IT infrastructure. Prasarana dan sarana teknologi informasi yang menyangkut jaringan, komputer, perangkat keras dan lunak lainnya adalah suatu kumpulan komponen yang diharapkan bisa mempercepat proses perhitungan, pengiriman dalam berbagai media informasi (data, informasi, gambar, video, teks) dalam waktu yang singkat dan proses penyimpanan yang efektif.


Suatu sarana yang bisa dikontrol dari pusat kekuasaan dan yang dipakai bersama menjadi hal yang penting. Perencanaan kapasitas, baik di penyimpanan, pengiriman (bandwidth) maupun pelayan, menjadi penting. Tanpa ada perencanaan yang baik, maka akan menyebabkan buruknya image dan kinerja IT di perusahaan.


Keempat, business applications needs. Dalam pengembagan teknologi informasi keperluan bisnis yang spesifik sehingga kehadiran teknologi informasi memberikan suatu nilai baru bagi organisasi. Dua hal penting dalam identifikasi keperluan bisnis yang terkait dengan teknologi informasi yaitu kreativitas dan disiplin.
Kreativitas diperlukan untuk mengidentifikasi suatu cara atau proses baru dari perusahaan/organisasi sehingga ada nilai yang bermakna. Sedangkan disiplin menyangkut hal yang berkaitan dengan integritas arsitektur sehingga meyakinkan bahwa aplikasi yang dibangun memang sesuai dengan arsitektur perusahan yang terintegrasi dan terinovasi.


Kelima, IT investment and prioritization. Investasi teknologi informasi sering menjadi bahan yang sulit dimengerti oleh top manajemen dari suatu organisasi, hal ini dikarenakan nilai baru yang ditimbulkan tidak langsung terasa oleh organisasi.


Lain dengan membeli mesin baru atau investasi jasa transportasi. Pemahaman eksekutif maupun komisaris menjadi penting. Berapa biaya yang dikeluarkan ? Untuk apa dan bagaiamana merekonsialisasi dari berbagai kepentingan dan keinginan dari sektor lain.


Kelima dasar yang dikembangkan oleh MIT Sloan ini sangat penting dipahami oleh petinggi-petinggi organisasi agar dapat menjadi bagian dari good corporate governance.


Tatakelola pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi informasi atau yang sering kita sebut sebagai e-government perlu melihat ini. Proyek e-govrenment di berbagai daerah masih sering terjadi pemborosan dan tidak berguna, hal ini karena belum dipahami tentang pengembangan teknologi informasi dan belum adanya alat kendali baik oleh eksekutif maupun inspektorat jendral.

TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (ARTIKEL PUNYA ORANG LAIN)

http://www.bpkp.go.id/index.php?idunit=19&idpage=653
Latar Belakang
Pemerintah Daerah pada saat ini telah dituntut untuk bisa menghasilkan Laporan Pertanggungjawaban yang memiliki nilai akuntabilitas dan transparansi yang tinggi. Untuk dapat menghasilkan LPJ tersebut tentunya memerlukan sarana dan prasarana yang memadai, disertai dengan pembelajaran terhadap sumber daya manusia yang dimiliki oleh pemerintah daerah agar dapat memahami dan melaksanakan sistem yang baru dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah (SAKD).
BPKP, dalam hal ini Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah, telah menghasilkan banyak produk yang dapat digunakan Pemda dalam membenahi manajemen pemerintahan, terutama manajemen keuangan daerah.
Produk-produk yang telah dihasilkan BPKP berupa buku manual tuntunan atau pedoman SAKD, penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja, Sistem Aplikasi Komputer SAKD yang bersifat bridging dan Sistem Informasi Manajemen Aset. Produk-produk tersebut telah sangat banyak membantu Pemerintah Daerah didalam membuat/menyusun laporan keuangan, terutama menyusun Neraca Pemerintahan Daerah yang pertama kali (Neraca Awal) dan pembenahan manajemen aset atau barang milik/kekayaan daerah.
Program Aplikasi Komputer SIMDA
BPKP tidak cepat berpuas diri, tetapi tertantang untuk terus mengembangkan teknologi informasi yang berhubungan erat dengan pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah karena disadari sepenuhnya bahwa perubahan dari metode pencatatan single entry yang dilakukan selama ini (manual) ke metode pencatatan double entry memerlukan sistem pencatatan dan pembukuan yang lebih kompleks sehingga tidak dapat dihindarkan lagi adanya penggunaan program aplikasi komputer untuk mempermudah kegiatan di bidang pembukuan yang akhirnya dapat menyajikan laporan-laporan yang diperlukan tepat waktu dan lebih akurat.
BPKP telah membangun Database Management System (DBMS) yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk:
Merangkai informasi yang ada di daerah, baik yang berkaitan dengan keuangan maupun non keuangan
Mengolah informasi tersebut dengan software aplikasi menjadi bentuk informasi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku/kebutuhan Pemda.

Gambaran Umum Database Management System (DBMS) >>>
Pola Hubungan Sistem yang Dikembangkan ) >>>


Tahap pengembangan Program Aplikasi Komputer SIMDA adalah sebagai berikut:
Tahap I
Mengembangkan Sistem Keuangan Daerah

Pengembangan Sistem Keuangan Daerah ) >>>

Tahap II
Mengembangkan Sistem Informasi Aparatur Daerah yang terhubung dengan Sistem Keuangan Daerah dan Meng identifikkasi Data-Data Umum yang dapat digunakan oleh seluruh Sistem.

Struktur Database Pemerintah Daerah ) >>>

Tahap III
Mengembangkan Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Publik dihubungkan dengan AKIP daerah dan dengan Sistem Informasi yang telah dibuat sebelumnya.

Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Daerah ) >>>

Dengan menggunakan Sistem Aplikasi Keuangan Daerah Terintegrasi maka kelebihan dan kemudahan yang diperoleh Pemerintah Daerah adalah:
Database terpadu, tidak perlu input berulang-ulang untuk data yang sama

Data yang masuk akan ter cek dan recek secara otomatis (validasi data terjamin)

Dapat menghasilkan output formulir-formulir sebagai berikut:

Anggaran: RASK, DASK, RAPBD, APBD dan perubahannya

Perbendaharaan, seperti: SPM, PPKT, Register-register

Pembukuan: Jurnal, Buku Besar, Sub Buku Besar

Laporan Keuangan: Neraca, LRA, LAK

Laporan Intern: Harian, Mingguan, Triwulanan

Pengelolaan BM/KD: KIR, KIB (A,B,C,D), Buku Inventaris, dan Laporan Mutasi Barang

Sistem secara keseluruhan terbangun, bukan bridging makuda ke sistem baru (SAKD

Fleksibel, dapat menghasilkan informasi sesuai dengan kebutuhan:

Output dapat disesuaikan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku

Output dapat disajikan berdasarkan kebutuhan manajemen pemerintah daerah untuk mengambil keputusan/kebijakan.

Produk-produk Aplikasi Komputer lain yang telah dihasilkan, antara lain:
Program Aplikasi Keuangan Daerah (SQL Server)
Program Aplikasi Penyusunan Anggaran (Access)
Program Aplikasi Ekspor Impor
Manual Sistem Keuangan Daerah
Kamus Data Program Aplikasi
Standard Operating Procedure Aplikasi
Saat ini Program Aplikasi Komputer SIMDA telah dilindungi oleh Undang-undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Perlindungan Ciptaan di Bidang Ilmu Pengetahuan, Seni dan Sastra (tidak melindungi Hak Kekayaan Intelektual lainnya) sesuai Surat Pendaftaran Ciptaan Nomor 024447 tanggal 14 November 2003.
Beberapa Pemerintah Daerah yang telah mengimplementasikan Program Aplikasi SIMDA, antara lain:
Pemerintah Provinsi Gorontalo
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan
Pemerintah Kabupaten Gorontalo
Pemerintah Kabupaten Kupang
Pemerintah Kabupaten Buleleng
Pemerintah Kabupaten Barito Utara
Pemerintah Kabupaten Karawang
Pemerintah Kabupaten Lebak
Pemerintah Kota Pematang Siantar
Produk-produk Lain yang Dikembangkan Oleh Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah ) >>>
Pemeliharaan
BPKP adalah lembaga pemerintah yang memiliki perwakilan di hampir setiap provinsi di seluruh Indonesia, sehingga kami siap memberikan jaminan atas program komputer sebagai visi dan misi kami.
Oleh karena itu, BPKP siap membantu untuk memberikan asistensi penerapan sistem aplikasi yang baru ini dan memberikan bimbingan teknis kepada aparat Pemda yang telah mengikat MoU dengan BPKP.
Bagi daerah-daerah lain yang belum mengikat MoU, BPKP juga menyiapkan diri untuk melakukan MoU dalam rangka penerapan sistem yang baru ini.
Upaya-upaya yang telah dilakukan BPKP ini merupakan komitmen BPKP dalam rangka turut serta menyukseskan otonomi daerah, sesuai visi BPKP sebagai katalisator didalam pembaharuan manajemen pemerintahan.




Contact Person

Tim Aplikasi SIMDA
Jl. Hayam Wuruk No. 7 Jakarta 10120
Gedung D Lantai IV
Telp. (021) 3519414, 3841273 ext. 412, Fax. (021) 3519414
Email: timaplikasi@yahoo.com

atau

Perwakilan BPKP di Seluruh Indonesia

Sunday, January 7, 2007

puisi siji

Dia akan datang disaat kita tidak mengharapkannya, disaat kita berhasil dari mencoba melupakannya. Cinta dapat membuat kita bahagia, tapi sering juga membuat sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya.
Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kami sudah bersama. Bukan diukur berapa sering kami bersama, tapi apakah selama kami bersama, kami selalu saling mengisi satu sama lain.

Cinta…..

Bukan bagaimana menjadi pasangan yang sempurna bagi seseorang, tapi bagaimana menentukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri. Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Hal yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan, tapi bagimana belajar darinya.

Konsisten dan berkomitmen, tapi jangan memaksa. Mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut. Memang sakit melihat orang yang kita cintai sedang berbahagia dengan orang lain, tetapi lebih sakit kalau orang yang kita cintai itu tidak berbahagia bersama kita. Cinta akan menyakitkan ketika kita berpisah dengan seseorang. Lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kita sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kita rasakan.

Hal yang paling menyedihkan dari cinta adalah ketika kita menemukan seseorang dan membuat kita jatuh cinta, tapi ternyata hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kita dan kita sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.

Kalau kita tidak berarti bagi dia sekarang, maka kita tidak akan pernah berarti bagi dia setahun lagi ataupun sepuluh tahun lagi.
Kalau dia tidak berarti bagi kita sekarang, maka dia tidak akan pernah berarti bagi kita setahun lagi ataupun sepuluh tahun lagi.
Jadi biarkanlah Tuhan yang akan menentukan jalan kita……….